PAGES

Minggu, 20 Maret 2011

Mengurangi (Menghilangkan) Galau dengan Mendengarkan Musik

BETE?

SUNTUK?

BOSEN?

BROKEN HEART? (ciee...)

ada banyak hal yang bisa kita alami sehari-hari. Bisa sesuatu yang membangun atau pun malah membuat kita down. Bisa karena berbagai sebab dari luar ataupun dari dalam. Dari luar misalnya ada temen kita yang nyebelin atau nggak banget deh buat diladenin, ujung-ujungnya kita dibuat nggak nyaman dan masih banyak lagi. Yang dari dalam bisa berupa keadaan psikis yang tidak toleran dengan situasi sekitar sehingga mood yang tercipta bersifat negatif dan cenderung self destructive (ceilaaa ni orang istilahnya macem2 sampe yang baca nggak mudeng) dan bisa jadi hal2 yang di atas.
banyak hal yang dilakukan untuk mengurangi/menghilangkan keadaan2 di atas dengan berbagai cara, dengan cara yang positif maupun negatif. Sebelum ngomongin yang positif, share dulu deh hal2 yang negatif. Banyak hal negatif yang dilakukan orang untuk menghilangkan perasaan2 annoyingnya, misal :
  • ngrusak barang (lempar batu sembunyi tangan, lempar ember sembunyi tukang jamu, lempar palu sembunyi tukang bangunan, lempar kewajiban sembunyi uang, apalah itu macemnya),
  • ngrusak diri (nge-drunk, nge-drug, nge-jegur ke laot,
  • nge-jatohin diri ke jurang, nge-pel jalan pantura, dsb),
  • ngelakuin hal gila (kayanya udah disebutin)
  • marah2 ndiri
  • menyembunyikan diri dari khalayak umum.
 nah , daripada ngelakuin hal yang nggak banget kaya gitu kan mending kita bisa ambil beberapa kegiatan positif yang niscaya akan mengurangi kegalauan.
Beberapa hal menarik yang bisa dilakukan adalah dengan mendengar musik. siapa yang tidak suka mendengarkan musik?? >>> maaf, ini bukan pertanyaan untuk orang budeg

yup, banyak sekali jenis musik di dunia ini. Mulai dari musik yang cuma berupa istrumen atau vokal sampai musik yang vokal dan musiknya nggak jelas. Mulai dari musik yang menyayat hati sampai yang menyayat telinga :LOL:

NAH, dari beberapa jenis musik inilah yang nantinya akan mengantarkan kita menuju jalan yang benar keadaan yang normal atau mungkin lebih bersemangat menjalani hidup bagi yang udah putus asa. Tergantung selera orangnya juga, kadang ada orang yang mendengarkan musik tenang baru bisa menghancurkan galaunya. ada juga orang yang nyumet musik keras biar bisa meleburkan perasaannya yang lagi kacau.

sebagai saran saja dari saya, setelah mendapat beberapa ilmu dari motivator sewaktu saya SMA.Lagu yang kita dengarkan memiliki potensi untuk mengubah struktur neutron dan sel2 di dalam otak kita, secara musik yang ditangkap telinga akan diteruskan ke otak untuk diolah dan dicerna (emangnya makanan). yup, otak kita bagaikan prosesor pada komputer yang gandengan dengan memori untuk mengolah data yang diterima sebagai inputan.
Menurut penelitian, (entah bener atau nggak) musik dengan alunan tenang akan membuat sel otak membentuk kristal berbentuk teratur dan rapi, sehingga membuat  konsentrasi lebih tinggi, ini bermanfaat banget buat kita2 pelajar yang lagi belajar. Perlu berhati-hati juga kalau tiba2 KETIDURAN. Berbeda dengan musik yang beraliran keras, sel2 di dalam otak akan terdestruksi dan tidak membentuk, kadang kacau. Coba saja kalau legi ngerjain soal UN tiba2 dinyalain musik keras pake speker yang kaya di pensi2, bubar peserta ujiannya.
Tapi sekali lagi saya tegaskan ini TERGANTUNG SELERA tiap2 orang. Mau pakai musik slow atau rock itu terserah yang penting itu dapat mengurangi/meredakan galau anda. tapi ingat, semua hal itu harus seimbang : GA BOLEH KURANG ATAU BERLEBIHAN.
contoh nyatanya aja ya, orang yang kebanyakan dengerin lagi slow/melow malah cenderung jadi orang yang alay dan melow, juga buat orang yang keseringan dengerin musik rock/scream cenderung berperilaku keras baik secara terbuka atau tertutup.

Semoga bermanfaat  sekalian :D

Sabtu, 19 Maret 2011

Merokok, Pilihan Hidup Anda!

Siapa yang tidak tahu rokok (orang purba aja tahu masa sih jaman sekarang ada yang nggak tahu, kecuali kalau anda seorang bayi yang baru lahir). Yup, benda kecil berbentuk batang ini dimanfaatkan orang untuk dihisap asapnya (kenapa nggak sekalian cerobong asap aja dihisap, kan lebih mantab wkwk), selain bentuk dan rasanya beragam, rokok juga punya harga yang beragam pula. Mulai dari rokok bikinan tangan (orang lebih menyebutnya rokok ‘lintingan’), sampai cerutu yang harganya nyundul lampu jalan. Beberapa generasi menyukai “hobi” ini (menghisap rokok, red). Alasannya macam2, ada yang biar keliatan keren (keren dari mana, wajahnya ketutupan asep), ada yang biar ngilangin capek (perasaan nyedot-nyembur tu bikin capek deh), ada yang bilang ngilangin stres (uang kamu habis buat beli rokok apa nggak bikin stres nyu?), ada yang bilang buat doping (eleeeh mending doping permen karet aja - nggak berasa nyu! -___- ), dan alasan-alasan berlogika lainnya. Nah, bagi unyu-unyu semua (maaf saya menggunakan istilah unyu untuk menyebut orang, harap dimaklumi) yang masih “virgin” dari yang namanya rokok, inilah tahapan yang harus unyu langkahin, pernahkah tersirat sebuah pikiran : ngerokok nggak ya?
Bagai seorang manusia hendak melalui jalan yang bercabang dua, yang satu tulisannya AREA BEBAS ROKOK dan satunya lagi AREA MEROKOK. Mana yang akan unyu pilih?
Jalan ini akan lebih jelas dilihat ketika unyu mulai menginjak usia remaja (bahkan ada anak2 yang udah masuk ke jalan AREA MEROKOK) dimana unyu akan menghadapi lingkungan yang berbeda dengan ketika unyu masih ngiler dan ingusan (baca : anak2). Di tahap ini mungkin pertama unyu akan ditawari atau digodai (eleeh bahasanya tu lho) oleh temen, atau orang yang unyu kenal. Dengan mempertimbangkan alesan2 di atas tentunya unyu sekalian akan menimbang dan berpikir apa yang harus unyu lakuin : MAU atau ENGGAK?
Kenapa? Karena sekali-dua kali unyu nyoba, kedepannya mungkin aja ketagihan. Akibatnya ya SELAMAT ANDA MEMASUKI AREA BERASAP.
NAH, sebelum unyu masuk pada jalan yang kurang berkenan (saya tidak berat sebelah antara AREA1 dan AREA2, untuk sindiran di atas mohon dimaafkan) pertimbangkan dahulu hal2 berikut :

Pertama, katakan pada diri unyu : apakah saya butuh rokok?

Kedua, apakah rokok benar2 bermanfaat buat saya?

Ketiga, liat uang saku unyu, mending buat beli pulsa atau beli rokok? Jika uangnya lebih, buat traktir pacar atau ngasepin pacar (hihi).

Keempat, cek kesehatan unyu. Jika unyu mengidap penyakit tertentu seperti asma, malfunction of lungs atau sebagainya, alergi asap lebih baik jangan, karena sama saja itu kaya bunuh diri.

Kelima, coba ingat kembali jasa orang tua terhadap kita, dengan jerih payahnya mereka mencari uang untuk membesarkan kita sampai sekarang. Dan sekalipun mereka ada yang merokok , berjanjilah untuk tidak membebani biaya tambahan hanya sekedar untuk penenangan diri sejenak dengan mengorbankan kesehatan diri sendiri, ya memang kamu bisa tenang tapi mengurangi umur juga.


Nah, gimana nyu? Ini terserah kalian aja. Saya tidak punya hak untuk mengatur karena saya bukan orang tua kalian. Tapi saya percaya unyu sekalian sudah berpikir dewasa dan mampu memilah hal yang lebih baik untuk hidup unyu. Jadilah berkat buat orang lain!