PAGES

Sabtu, 19 Maret 2011

Merokok, Pilihan Hidup Anda!

Siapa yang tidak tahu rokok (orang purba aja tahu masa sih jaman sekarang ada yang nggak tahu, kecuali kalau anda seorang bayi yang baru lahir). Yup, benda kecil berbentuk batang ini dimanfaatkan orang untuk dihisap asapnya (kenapa nggak sekalian cerobong asap aja dihisap, kan lebih mantab wkwk), selain bentuk dan rasanya beragam, rokok juga punya harga yang beragam pula. Mulai dari rokok bikinan tangan (orang lebih menyebutnya rokok ‘lintingan’), sampai cerutu yang harganya nyundul lampu jalan. Beberapa generasi menyukai “hobi” ini (menghisap rokok, red). Alasannya macam2, ada yang biar keliatan keren (keren dari mana, wajahnya ketutupan asep), ada yang biar ngilangin capek (perasaan nyedot-nyembur tu bikin capek deh), ada yang bilang ngilangin stres (uang kamu habis buat beli rokok apa nggak bikin stres nyu?), ada yang bilang buat doping (eleeeh mending doping permen karet aja - nggak berasa nyu! -___- ), dan alasan-alasan berlogika lainnya. Nah, bagi unyu-unyu semua (maaf saya menggunakan istilah unyu untuk menyebut orang, harap dimaklumi) yang masih “virgin” dari yang namanya rokok, inilah tahapan yang harus unyu langkahin, pernahkah tersirat sebuah pikiran : ngerokok nggak ya?
Bagai seorang manusia hendak melalui jalan yang bercabang dua, yang satu tulisannya AREA BEBAS ROKOK dan satunya lagi AREA MEROKOK. Mana yang akan unyu pilih?
Jalan ini akan lebih jelas dilihat ketika unyu mulai menginjak usia remaja (bahkan ada anak2 yang udah masuk ke jalan AREA MEROKOK) dimana unyu akan menghadapi lingkungan yang berbeda dengan ketika unyu masih ngiler dan ingusan (baca : anak2). Di tahap ini mungkin pertama unyu akan ditawari atau digodai (eleeh bahasanya tu lho) oleh temen, atau orang yang unyu kenal. Dengan mempertimbangkan alesan2 di atas tentunya unyu sekalian akan menimbang dan berpikir apa yang harus unyu lakuin : MAU atau ENGGAK?
Kenapa? Karena sekali-dua kali unyu nyoba, kedepannya mungkin aja ketagihan. Akibatnya ya SELAMAT ANDA MEMASUKI AREA BERASAP.
NAH, sebelum unyu masuk pada jalan yang kurang berkenan (saya tidak berat sebelah antara AREA1 dan AREA2, untuk sindiran di atas mohon dimaafkan) pertimbangkan dahulu hal2 berikut :

Pertama, katakan pada diri unyu : apakah saya butuh rokok?

Kedua, apakah rokok benar2 bermanfaat buat saya?

Ketiga, liat uang saku unyu, mending buat beli pulsa atau beli rokok? Jika uangnya lebih, buat traktir pacar atau ngasepin pacar (hihi).

Keempat, cek kesehatan unyu. Jika unyu mengidap penyakit tertentu seperti asma, malfunction of lungs atau sebagainya, alergi asap lebih baik jangan, karena sama saja itu kaya bunuh diri.

Kelima, coba ingat kembali jasa orang tua terhadap kita, dengan jerih payahnya mereka mencari uang untuk membesarkan kita sampai sekarang. Dan sekalipun mereka ada yang merokok , berjanjilah untuk tidak membebani biaya tambahan hanya sekedar untuk penenangan diri sejenak dengan mengorbankan kesehatan diri sendiri, ya memang kamu bisa tenang tapi mengurangi umur juga.


Nah, gimana nyu? Ini terserah kalian aja. Saya tidak punya hak untuk mengatur karena saya bukan orang tua kalian. Tapi saya percaya unyu sekalian sudah berpikir dewasa dan mampu memilah hal yang lebih baik untuk hidup unyu. Jadilah berkat buat orang lain!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar